SULUNG WIFI Batam – Blog

We spend more for your happiness

3 langkah setting mikrotik yang benar

Note : For English version you can read the same article in www.wiki-hotpsot.com, ( 3 steps setting up MikroTik).

Judul : Panduan cara menseting MikroTik yang benar. 3 langkah setting mikrotik.

Untuk teman-teman yang suka menseting Mikrotik. Baik Router Board maupun OS pada PC.

Saya sering browshing di internet dan mendapatkan begitu banyak article tentang cara menseting MikroTik. Mulai dari pemula sampai yang merasa sudah mahir.

He…he… saya jadi agak terkekeh kekeh melihat begitu banyak article yang menurut saya justru “menyesatkan”. Yang ada dalam pikiran saya adalah mengapa menseting mikrotik yang begitu mudah kok malah dibuat berbelit-belit.

Sudah cukup lama saya ingin sharing ilmu yang satu ini dengan rekan-rekan semua, hanya saja waktu yang membuat saya menjadi agak kesulitan menulis. Maklum kesibukan saya cukup banyak menyita waktu.

Namun karena saya belum menemukan ada yang memposting article cara mensetup MikroTik dengan cara yang benar, maka malam ini saya coba paksakan untuk membuat sebuah article cara menseting MikroTik yang benar dan mudah. Dan tentunya dengan maksud juga untuk meluruskan informasi yang “salah” yang telah beredar di Internet begitu banyak.

Perlu saya tekankan, untuk mengenal mikrotik sebaiknya anda belajar dari awal sehingga pengetahuan anda menjadi sistematis dan mudah untuk dikembangkan kemudian. Jadi tidak tercampur aduk.

Banyak para pemula menjadi bingung dan bertanya ” Saya harus mulai dari mana untuk mengenal MikroTik “. Semakin banyak mereka membaca article di Internet Justru mereka malah semakin bingung. Yang terjadi malah hanya ikut-ikutan dengan meng “copi-paste” dari article-article yang mereka sendiri belum yakin kebenarannya. Alhasil performance mikrotiknya malah jadi amburadul..dan tak tahu arah sebenarnya.

Ini yang membuat setiap orang akhirnya memiliki asumsi sendiri-sendiri tanpa memiliki pengetahuan dasar yang standard dan benar. Mereka tak memahami mana yang harus didahulukan dan dikemudiankan.

Supaya tidak menjadi campur aduk. Maka anda harus mengerti mana yang merupakan fungsi dasar dan mana yang merupakan fungsi tambahan sebagai langkah lanjutan.

Saya akan coba membimbing anda dengan cara yang mudah agar anda memiliki pengerahuan dasar dulu. Setelah itu anda bebas mengembangkan sesuai dengan keinginan anda. Setelah anda mempelajari dan mengerti fungsi dasar yang akan saya berikan, maka silahkan, anda boleh membaca article yang lain yg ada di internet untuk membuat model pengembangan lanjutan.

Bagi anda para blogger yang creative dan terlanjur membuat posting di blog anda, silahkan direvisi agar tidak menjadi “menyesatkan ” bagi rekan-rekan lain yang membaca article anda.

Ada 2 pokok materi yang anda harus miliki untuk menset up mikrotik sebagai Hotspot Server :

1. Setup dasar dimana mikrotik sudah akan bekerja dengan fungsi standard.

2. Setup lanjutan sebagai langkah pengembangan sesuai keinginan anda.

Untuk kesempatan ini saya akan menguraikan cara mensetup MikoTik dengan cara yang standard. Urian lain diluar dari yang akan saya uraikan berikut ini hanya merupakan setup tambahan dan bersifat optional. Artinya boleh dibuat atau ditinggalkan.

Mari kita mulai dari awal yang baik….

Sebenarnya untuk menseting MikroTik sampai pada kondisi siap pakai hanya diperlukan 3 langkah mudah saja. Artinya dengan 3 langkah dasar tersebut maka mikrotik sudah dapat digunakan sebagai Server Hotspot. Bagaimana caranya…??? Yuk ikuti petunjuk saya berikut ini..

Kita akan mengasusmsikan bahwa mikrotik hanya terbagi menjadi 2 ( dua ) bagian dasar, yaitu :

1. Bagian yang terhubung dengan Internet.

2. Bagian yang terhubung dengan computer client.

Secara umum di Indonesia, bagian pertama diatas biasanya akan dihubungkan ke Modem ADSL dan bagian ke dua akan dihubungkan dengan Computer Client yang tentunya telah di setting untuk menerima IP Dynamic.

Kira-kira skemanya akan seperti ini :

MODEM ADSL —–>>> MikroTik——–>Computer Client

Nah jika kondisi jaringan anda sama dengan yang saya maksud diatas, maka sangatlah mudah menseting MikroTik untuk dijadikan sebagai hotspot server. Dengan asumsi bahwa DHCP server pada Modem ADSL dalam keadaan enable atau aktive dan terhubung ke Internet. Dan ini biasanya memang sudah disetting demikian oleh Telkom ketika anda membeli paket speedy.

Bagaimana cara menseting mikrotik hanya dalam 3 langkah akan diterangkan sebagai berikut.

1. Mengaktifkan DHCP Client pada Mikrotik

Click:  IP –>> DHCP Client— Click tanda (+)—>> pilih Interface yg ke internet—>> click OK

Ini artinya kita akan membuat mikrotik sebagai penerima IP address dari Modem ADSL. Cara ini sama halnya seperti ketika anda menghubungkan langsung Computer anda ke Modem ADSL. Tentunya Computer akan di setting sebagai penerima IP Address atau IP Dynamic pada TCP/IPv4 nya.

2. Menentukan IP address yang akan digunakan sebagai IP dasar hotspot

Untuk membuat server hotspot tentunya anda akan diminta untuk menentukan IP address yang nantinya akan diberikan kepada client mikrotik anda.

Click : IP–>> addresses

Click :  tanda (+)–>> masukkan IP address—>> pilih interface yg ke client —>>click ok

3. Mensetup Server

Langkah terakhir adalah mensetup hotspot berdasarkan IP address yang telah anda tentukan.

Click : IP –>> Hotspot–>>Server–>>Hotspot Setup ( Click next dan next terus sampai selesai )

*

*

Setelah 3 langkah diatas anda lakukan, maka anda sudah dapat mereboot MikroTik anda untuk siap digunakan.

Cick :  System — >> Reboot

Tunggu sampai MikroTik startup kembali. Buka browsher maka menu login akan muncul untuk menghadang akses anda  ke Internet. Masukkan user “admin” tanpa password. Dan…. hoppss anda sudah berada di jalur Internet.

Mudah sekali bukan…???

*

*

Tentunya bagi anda yang biasa menseting mikrotik dengan cara ” menyesatkan ” akan bertanya mengapa langkah-langkah dibawah ini tidak dilakukan?

Setting DHCP server, NAT, Masqurade, setting route, IP pool, DNS dll…dll..

Perlu anda ketahui, bahwa pekerjaan membuat semua itu bukan pekerjaan anda. Ketika anda mensetup server hotspot, maka otomatis segala sesuatu yang berhubungan dan menunjang kinerja dari server hotspot sudah dibuat oleh MikroTik dengan sendirinya. Anda cukup melakukan 3 langkah yang telah saya terangkan diatas.

Nah…. untuk lebih jelasnya mari kita praktekkan secara langsung sekarang…

Saya akan gambarkan sebuah contoh cara menseting MikroTik dengan menggunakan RB-450. Anda juga dapat menggunakan type lainnya karena pada dasarnya memang sama saja.

Ini adalah gambar ketika anda pertama kali membuka Mikrotik. Atau ketika anda meresetnya. Anda akan diberikan IP address sementara sebagai default dari MikroTik.

Tampilan awal mikrotik baru

Tampilan awal mikrotik baru

Silahkan click Remove Configuration sehingga MikroTik siap untuk di setup dan tampilannya akan menjadi kosong seperti dibawah ini.

Tapilan awal kosong

Tapilan awal kosong

Selanjutnya kita akan melihat Interface dari Mikrotik kita. Jika anda menggunakan RB-450 maka tampilan Interfacenya akan seperti dibawah ini. Tanda R pada ether2 menunjukkan bahwa komputer remote anda berada pada interface tersebut.

Interface pada Mikrotik RB-450

Interface pada Mikrotik RB-450

Selajutnya kita akan mengganti nama dari 2 interface pertama dan menonaktifkan interface sisanya. Misalkan nama Interface ether1 akan kita ganti dengan BACKBONE karena terhubung ke Internet dan ether2 diganti nana HOTSPOT karena akan terhubung dengan Computer Client. Sisanya akan kita non aktifkan (disable). Penggantian nama ini sebenarnya bersifat optional. Boleh dilakukan dan boleh tidak. Maksud saya disini adalah hanya untuk memudahkan pengenalan saja.

Gambar setelah penggantian adalah seperti dibawah ini :

Mengganti nama Interface

Mengganti nama Interface

*

*

*
Nah selanjutnya kita akan melakukan setting MikroTik hanya dalam 3 langkah seperti yang telah disebutkan diatas.

1. Mengaktifkan DCHP Client.

Dalam hal ini Modem ADSL sudah harus terhubung ke interface BACKBONE dan dalam keadaan aktif.

Click :  IP –>> DHCP Client— Click tanda (+)—>> pada interface pilih BACKBONE —>> click OK

Jika Modem ADSL pada keadaan aktif, maka akan terlihat pesan “bond” pada status yang dimaksud. Namun jika yang terlihat “searching” terus menerus, maka silahkan cek koneksi ADSL anda sampai pesan “bond” muncul. Ini artinya MikroTik anda sudah mendapat IP dari Moden ADSL.

Mengaktifkan DHCP Client

Mengaktifkan DHCP Client

Step pertama selesai. Kita akan melanjutkan dengan langkah ke dua.

2. Menentukan IP Address Server Hotspot

Click : IP–>> addresses

Disini anda akan melihat sebuah IP address dari hasil langkah pertama. Yaitu IP Address yang diberikan oleh Modem ADSL : 192.168.10.17. ( Modem anda mungkin saja berbeda ).

Selanjutnya kita akan membuat sebuah IP address untuk Server Hotspot. Misalkan disini akan kita buat dengan menggunakan IP Address 192.168.1.1/24. ( IP address ADSL harus berbeda dengan IP Hotpsot server ).

Click :  tanda (+)–>> masukkan IP address— pilih interface HOTSPOT—click ok

Anda tidak perlu mengisi bagan Network dan Broadcast. Kolom ini akan terisi sendiri ketika anda meng-clik ok.

Membuat IP address server

Membuat IP address server

Langkah ke dua sudah selesai. Langkah terakhir adalah :

3. Mensetup Server Hotpsot

Langkah terakhir yang akan kita lakukan adalah mensetup Server Hotpsot.

Click : IP –>> Hotspot–>>Server–>>Hotspot Setup

Membuat Server Hotspot

Membuat Server Hotspot

Pilih interface : HOTSPOT

Click saja  :  Next –>> next–>> next –next  ( tidak perlu merubah apapun ), sampai pembuatan server selesai dan akan muncul gambar seperti dibawah ini :

Server Completed

Server Completed

Langkah ke tiga selesai.

Nah selesailah sudah panduan 3 langkah menseting mikrotik. Anda sudah dapat mere-boot Mikrotik anda dan siap untuk digunakan. Pastikan PC anda berada pada option Dynamic IP atau siap untuk menerima IP dari MikroTik.

Selanjutnya ketika anda membuka browsher, maka akan muncul menu login mikrotik. Masukkan user “admin”  tanpa password dan anda sudah dihantar ke Internet.

Menu Login mikrotik

Menu Login mikrotik

Terhubung ke Internet

Terhubung ke Internet

Mudah bukan….??? Jadi tak perlu report-repot menseting yang semestinya tidak anda lakukan.

Jadi inilah cara yang benar untuk menseting MikroTik secara dasar.

Selanjutnya jika merasa diperlukan, anda dapat mengaktifkan Proxy server Local MikroTik dan melakukan setting lain seperti PCQ atau Bandwidht Limiter dll. Namun secara prinsip dasar, maka panduan 3 langkah tadi sudah cukup untuk mengatifkan MikroTik anda sebagai Hotspot Server. Pilihan untuk menseting lainnya adalah bersifat tambahan belaka.

Gambar dibawah ini memperlihatkan beberapa steps yang secara otomatis di buat oleh MikroTik ketika anda melakukan 3 langkah di atas. Jadi anda tidak pelu melakukan apapun karena itu bukan pekerjaan anda.

Auto set up by Mikrotik

Auto set up by Mikrotik

Satu lagi yg tak terlihat adalah konfigurasi firewall/NAT/Masquered yang juga sudah terseting otomatis.

+

+

Bagi anda yang menggunakan  RB411 atau RB433, maka cara setting mikrotik dasarnya adalah sama dengan cara diatas. Anda hanya menambah satu langkah lagi yaitu mensetting interface wirelessnya sesuai yang anda inginkan.

Jika anda tidak menggunakan Modem ADSL dengan DHCP servernya aktive, maka langkah nomor satu diatas harus anda lakukan secara manual sesuai dengan jenis koneksi yang ditentukan dari ISP anda.

*

*

Berikut ini adalah beberapa hal penting yang sangat berguna untuk anda pahami secara dasar agar anda memiliki pengetahuan yang sistemais  :

Perlu juga diketahui bahwa didalam mikrotik terdapat 3 ( tiga ) jenis server dasar  :

1. Hotpsot server.

Yaitu server sebagaimana yang kita buat dalam 3 langkah diatas diatas. Ini merupakan fungsi asli dari MikroTik.

2. Proxy Server ( optional )

Yaitu server tambahan untuk fungsi cache memory. Mikrotik menggunakan Squid dengan konfigurasi minimum sebagai default. ( dapat anda lihat di CD installer bagi yg menggunakan mikrotik OS )

3. Radius Server ( optional )

Yaitu server tambahan untuk fungsi management dan accounting serta voucher generator ( Billing Hotspot ).  MikroTik menggunakan User Manager dengan konfigurasi minimum sebagai default.

Client pada radius server adalah berbeda dengan client pada hotspot server. Namun keduanya dapat di jalankan secara bersama-sama.

Yang saya maksud dengan ( optional ) diatas adalah :

– Anda dapat mengaktifkan dan menggunakan perangkat server bawaan MikroTik tersebut, atau

– Anda dapat membuat Server-server tersebut secara mandiri dan terpisah dari MikroTik.

Misalnya anda dapat membuat Proxy Server secara terpisah dengan menggunakan 1 unit PC. Program Proxy Server yang paling umum adalah Squid sebagaimana mikrotik juga menggunakannya namun dengan konfigurasi minimum. Sebagai OS nya anda dapat menggunakan keluarga Free BSD atau Linux. Dengan menggunakan Proxy Server terpisah maka anda dapat lebih luas mengembangkan sesuai kebutuhan anda. Untuk skala besar malah digunakan banyak Proxy server yang saling dihubungkan menjadi ” Farm Proxy “. Disini peran “Parent Proxy ”  dan “Child Proxy ” menjadi lebih jelas.

Yang berikutnya adalah Radius Server. Ini biasanya digunakan jika anda membuat hotspot di Hotel atau dimana anda dapat menjual Voucher. Dapat juga digunakan untuk accounting warnet. Ini akan tergantung dari program yang anda install pada Radius Server tersebut.

Di dalam Mikrotik juga sudah disediakan Radius server, namun lagi-lagi hanya dengan fungsi minimum dan hanya untuk voucher dan Accouting ( billing hotspot ), tidak dapat digunakan untuk menagenet warnet.  Anda dapat membuat Radius server secara terpisah dengan menggunakan 1 unit PC. Sebagai OS dapat digunakan Linux. Selanjutnya anda tinggal menginstall Program Billing Hotspot. Program ini biasanya dijual dalam beberapa fungsi dan harga yang berbeda.

Untuk melihat apakah proxy server dan Radius server bawaan mikrotik ada pada server mikrotik anda, silahkan cek :

Click :  System–>> Package

Bagaimana cara membuat Proxy server secara terpisah sebenarnya sangat mudah. Anda hanya membutuhkan waktu tak lebih dari 1 jam untuk membuat server tersebut dengan sebuah PC standard. Mudah-mudahan dalam waktu dekat kita akan bahas tuntas satu persatu.

Yach… semoga tulisan ini berguna buat anda semua… Amien.

*

*

*

NB : Mohon maaf beberapa article lain yang pernah diminta pembaca belum sempat saya tulisakan. Insya Allah secepatnya saya akan buat. Terimakasih atas perhatiannya. Salam..

Iklan

April 19, 2010 - Posted by | Tak Berkategori | , , ,

14 Komentar »

  1. sangat bagus dan sangat membantu,ternyata gampang konfigurasinya..

    Komentar oleh syahwan | Mei 11, 2010 | Balas

  2. mas saya ada masalah pada saat user sudah login menggunakan username dan password yg kita buat user yang lain tidak login lagi dia langsung bisa browsing tanpa melewati login mikrotik.tolong bantuannya

    Komentar oleh syahwan | Mei 12, 2010 | Balas

    • Seharusnya memang tidak boleh begitu :

      Coba cek : user-profil.
      disana ada pilihan shared Users. Buat 1 (satu) saja sehingga user lain dengan nama yg sama tidak bisa masuk.

      Ada kelemahan mikrotik sehingga dapat dipakai oleh banyak user jika :

      Penerima/client menggunakan radio dan mengaktifkan DHCP servernya. Contoh :

      Mikrotik AP Client AP Router(dhcp-aktive)–>> sub-clients.

      Dalam hal ini mikrotik hanya mengetahui bahwa clientnya hanya satu. Namun dipihak sub-client hanya cukup login satu orang saja sementara yg lainnya masuk tanpa login (sharing dng dhcp AP Router ).
      Untuk mengantisipasi hal ini kita hanya bisa melakukan pembatasan bandwidht saja.
      Ciri-ciri client yg menggunakan metode seperti ini adalah :
      a. Active dalam waktu yg lama.
      b. Pemakaian bandwidht besar.

      Konfigurasi mereka adalah seperti article saya yg berjudul “Membuat hotspot murah…”

      Semoga membantu…

      Komentar oleh Admin | Mei 12, 2010 | Balas

  3. Mantap Sekali artikelnya…
    Bisa bantu saya ga mas saya mau pasang mikrotik di warnet saya dan sekalian server proxynya..
    Bisa bantu saya ga
    saya ada di batam daerah batu aji call ors sms me 085264359978 trim,s

    Komentar oleh Hekel | Mei 27, 2010 | Balas

    • Untuk Warnet, anda bisa menggunakan mikrotik dengan konfigurasi Hotspot Server. Namun anda tidak dapat memanage terlalu banyak. Contoh penggunaan Mikrotik untuk Warnet yang paling effective adalah dengan cara sebagai berikut :

      Cara PERTAMA :

      Cara ini menggunakan konfigurasi standard Server Hotspot.

      1. Buat nama user pada mikrotik untuk setiap komputer di warnet. Misalnya Komp-1. Komp-2 dst.
      2. Aktifkan Cookies pada IP->Hotspot->server->profil->login. Cookies gunanya untuk mengingat client yg pernah mengakses pertama kali.
      3. Browshing lewat masing-masing komputer dengan nama yg telah di buat di mikrotik. Check apakah pada list cookies nama-nama komputer
      tersebut sudah terdaftar. Jika sudah maka matikan komputer atau logout dengan mengetik misal : 192.168.1.1/logout.htm. IP yg saya maksud sebagai
      misal adalah IP dasar mikrotik anda.
      4. Maka setiap kali ada pengunjung yang memakai komputer tersebut, maka tidak lagi di perlukan login karena user loginna sudah tercacat pada cookies.

      Selanjutnya anda tinggal melihat berapa lama pemakaian masing-masing pengunjung pada IP->Hotpot->Active.

      Untuk menghentikan pemakaian komputer, anda bisa meng-logout dari mikrotik IP->Hotspot->Active—>click user dan click tanda (-).

      Cara KEDUA :

      Cara ini akan memudahkan anda dan juga memberikan keuntungan yang lebih pada usaha anda dengan menggunakan voucher.
      Cara ini belum pernah saya lihat secara praktis namun anda dapat mencobanya karena menurut saya ini sangat menguntungkan.
      Jika saja saya punya warnet, maka saya juga akan melakukan cara ini. Yaitu :

      1. Membuat voucher untuk masing-masing waktu akses ( timebase) , misalnya 1 jam, 2 jam dst.
      2. Pengunjung dapat memilih voucher sendiri berdasarkan keperluan mereka. Jika mereka membeli voucher dengan timebase yg lama,
      maka mereka bisa berhenti kapan saja dan melanjutkannya di hari atau waktu berikutnya.
      3. Anda bisa mengatur kapasitas akses secara minimum sehingga voucher akan memerlukan waktu yg lama untuk mengakes.

      Dengan memikian anda bisa memanage warnet anda dengan aman tanpa takut di bohongi oleh karyawan anda.

      Untuk membuat cara diatas, anda harus mengkonfigurasi fitur User Manager di Mikrotik anda.

      Semoga jawaban ini bermanfaat.

      Komentar oleh ekonugrohobtm | Mei 28, 2010 | Balas

  4. trima kasih tutorialnya sangat membantu saya mengkonfigurasi hotspot mikrotik rb433ah saya, cuma bgm cara mengkonfigurasi user manager supaya user lain dapat akses internet, karena setelah mengetrapkan tutorial diatas yg dpt akses internet cuma administrator yang ada pada user di winbox. jadi untuk masuk ke user manager yang ada pada halaman web tidak bisa dan tampil not found. trims banyak

    Komentar oleh lukman | Juni 21, 2010 | Balas

    • Untuk mesetting agar pengguna lain dapat mengakses mikrotik Hotspot anda, maka yang harus anda lakukan adalah menambah peggun selain admin yaotu dengan cara berikut :

      IP–hotspot–user

      Tambahkan pengguna baru dengan click (+),
      – masukkan server=all atau server yang telah anda konfigurasi.
      – masukkan name dan passwordnya
      – profil = default atau profil yang telah anda konfigurasi sebelumnya
      – kolom yang lain di biarkan saja.

      Tambahan :

      profil adalah konfigurasi bandwidht management dan beberapa aturan yang akan diterapkan untuk masing masing pengguna. ( akan dibahas pada artikle mendatang ).
      Yang perlu anda periksa pada profil jika pada pengguna muncul “not found” adalah address pool agar tidak terisi dengan “none”. Silahkan pilih address pool yang telah di konfigurasi oleh mikrotik dalam “3 langkah setting mikrotik ” diatas.
      Catatan : Address pool adalah keluarga Alamat Internet Protokol yang akan diberikan kepada pengguna. Misalnya dari 192.168.1.1 s/d 192.168.1.254 tergantung dari IP address yang anda buat pada langkah 2 setting mikrotik 3 langkah di atas.

      Komentar oleh ekonugrohobtm | Juni 22, 2010 | Balas

  5. apa bedanya menambah user melalui user manager di halaman web dg menambah user baru melalui winbox, soalnya saya sudah menambah user baru di user manager melalui halaman web, saat login ada pesan radius server not responding, tetapi menambah user baru di winbox dan login berjalan sukses, trims.

    Komentar oleh lukman | Juni 22, 2010 | Balas

  6. mas eko yang baik hati, minta pencerahannya yaitu saya pernah reset rb433ah, tp knp pada usermanager di halaman web kok msh tetap isinya, gimana cara ngilanginnya (user & password, ip-address administrator yang diisikan melalui menu new terminal di winbox) bkn customernya tp administratornya, yang kedua adalah menambah customer melalui halaman web user manager tp ketika login tidak bisa masuk, apa sih masi fungsi radius itu, maklum mas newbi, saya belajar ini bkn utk tujuan komersil tapi untuk kemudian saya tularkan pada siswa smk nurur rahmah di leces kab. probolinggo , jatim. Mas boleh gak minta dikirim tutorialnya setup mikrotik via winbox. Setup mikrotik sudah berhasil tapi masih kesulitan dalam user managernya seperti diatas. terima kasih banyak mas eko.

    Komentar oleh lukman | Juni 23, 2010 | Balas

  7. Salam kenal Mas, dan ini sangat mantap….
    emang benar apa yang mas katakan, sekian lama cari2 cara seting hotspot mikrotik dan memang banyak tapi semua membingungkan walaupun pada dasarnya bagus.
    Tutorial yang satu ini manjur dan makyos… langsung sembung bingungnya….
    sekali terima kasih banyak mas…good luck always for you and all your family

    Komentar oleh Baidawi | Januari 7, 2011 | Balas

  8. bagus bgt mas tutorx…aq mo tanya nih klo mo setting bandwith user melalui profil user baiknya gmn yah??aq maunya user mendapat kecepatan 64 kbps…thanks

    Komentar oleh rasputin | Januari 31, 2011 | Balas

    • Yang perlu anda lakukan adalah membuat user profil terlebih dahulu. Buatlah beberapa opsi sehingga nantinya bisa diterapkan ke masing-masing client.

      Caranya, masuk ke folder ini :

      IP-Hotspot-User-Profil-click tanda (+)

      Isi fillbox sbb :

      Name : (misal) Paket1-128K/64K

      Add. Poll : ( pilih yg telah anda buat )

      Rate Limit Tx/Rx : 128k/64K

      Click OK

      Buat lagi yang lain :

      Name : (misal) Paket2-256/128K

      Add. Poll : ( sda )

      Rate Limit Tx/Rx : 256k/128k

      Click OK

      Dan seterusnya…… terserah kpd anda.

      Selanjutnya pada menu User, click pada nama client yang telah anda buat sebelumnya.

      Lihat pada pilihan Profil. Kemudian pilih dari salah satu profil yang telah anda buat tadi. Selesai…

      Hal yang perlu anda ingat adalah penempatan Tx/Rx biasanya tidak sama antara RB dan OS MikroTik yang anda buat dengan PC.

      Namun pada dasarnya anda dapat mengartikan seperti ini :

      Tx = yang di kirim oleh MikroTik kpd Client.

      Rx = yang diterima oleh MikroTik dari Client.

      Jika anda bingung, hal yang paling mudah adalah membuat beberapa contoh aplikasi diatas dan anda masuk sebagai client tersebut.

      Misalnya anda membuat nama client dengan coba-1, coba-2 dst. Buat masing-masing coba tersebut dengan beberapa profil yang berbeda.

      Nah sekarang anda masuk sebagai coba-1. Mulailah browshing dan rasakan apakah speed yang anda maksud sudah sesuai. Jika tidak coba angka pada Tx/Rx nya di balik dan lakukan browshing kembali.

      Pesan saya, sebelum anda memberi limit kepada client, sebaiknya anda coba speed yg
      akan anda berikan tersebut.

      Sekedar menjada agar anda tidak kehilangan client anda.

      OK..??? semoga berguna..

      Komentar oleh ekonugrohobtm | Januari 31, 2011 | Balas

  9. artikel yang jujur dan mendidik, tidak mbulet kata orang jawa

    Terima kasih, semoga ilmunya bertambah

    Komentar oleh Iwana | Februari 20, 2011 | Balas

  10. Tutorialnya bagus banget….
    Tolong dong dikasih juga tutorial buat bikin voucher hotspot sampai cara men-generate-nya.
    Terima kasih

    Komentar oleh Zainal | Februari 23, 2011 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: