SULUNG WIFI Batam – Blog

We spend more for your happiness

Bongkar / Hack Wifi Antena OMNI HG2415U-PRO Hyperlink

Ini adalah sebuah antena OMNI yang cukup spektakuler di kelasnya. Dengan penguatan 15dB, antena ini cukup banyak digunakan oleh para SSIDer.

Harga antena jenis ini didaerah saya pada saat ini maret 2009 adalah Rp. 1,64 juta. Cukup mahal memang dibanding daerah lain atau pemesanan dengan US dollar.

Oleh karena rasa ingin tahu dan penasaran akan kehebatannya, saya coba membongkar/hacking antena ini.

Beberapa gambar dibawah ini saya fikir cukup mewakili untuk dapat diterjemahkan dalam bahasa teknis. Barangali ada yang mau meniru atau hanya sekedar disimpan sebagai referensi.

dscn492511

Ini adalah bagian dalam Omni HG2415U-PRO.  Gabus atau sterofoam yang terikat pada bagian antena diatas berfungsi untuk menahan antena dari goncangan saat berada didalam selongsong bagian luar.

Spesifikasi teknis lengkap dapat dilihat di www.L-com.com dalam bentuk pdf.

OMNI HG2415U-PRO ( luar dalam )
OMNI HG2415U-PRO ( luar dalam )

Berikut adalah beberapa data yang saya dapat dari pengukuran :

Bahan luar sebagai selongsong pembungkus digunakan Gray Fiberglass panjang 103 cm.

Panjang bagian dalam =  97 cm

Tubing berjumlah 15 buah. Diameter tubing besar = 12 mm dan yang kecil 4 mm.

Ketebalan tubing sekitar 0,32 – 0,36 mm untuk kedua jenis tersebut. Kira-kira setebal kaleng susu atau atap spandex.

Panjang tubing diam 12 mm = 46,5 mm. Jarak as tubing ke tubing yang lain dalam satu baris adalah 98,5 mm ( berselang satu ). Ini artinya setiap tubing dihitung dari as adalah 1/2 dari 98,5 mm = 49,25 mm

Berikut saya coba untuk memperlihatkan beberapa gambar pengukuran :

Tube measurement

Tube measurement

Mungkin agak kuran jelas dengan gambar pada foto diatas. Untuk memudahkan pembacaan ukuran secara detail, coba lihat gambar dibawah ini :

Tube site measurement
Tube site measurement

Pengukuran saya lakukan dengan menggunakan meteran standard tukang ( meteran roll  ) .

HG2415U-PRO komponent measerement
HG2415U-PRO komponent measerement

Teknik penyambungan tiap-tiap tubing awalnya saya fikir sangat baik berbanding lurus dengan nama besarnya.

Tapi ternyata kualitas sambungan dan cara penyolderannya seperti gambar dibawah ini :

Detail soldering quality
Detail soldering quality

Tapi jangan salah, jelek bukan berarti tak bagus. Yang penting kan performancenya sebagai media getar sudah maksimum. Itu yang lebih penting. Dibanding Jepang, Amerika memang koboi dalam bekerja, tapi ok dalam hasilnya (untuk sementara ini ).

Sekarang kita coba menguji antena dengan dimensi seperti ini paling bagusnya bekerja di frekwensi berapa. Yuk kita coba membuat perhitungan berdasarkan rumusan yang umum;

Rumus :

Panjang antena  ( satu lamda )   = 300/frekwensi  x faktor 80 % ( faktor kependekan pada material bukan udara )

Dari gambar diatas panjang antena adalah = 98,50 mm ( ingat ini ukuran satu lamda ). Maka rumusnya menjadi :

98,50 mm : 80 % = 300/Freq  ———–>>   123,125 = 300/Freq

Freq =  300/123,125 = 2,436548

Nah….. coba sesuaikan dengan daftar Freq pada channel AP anda. ( Daftar didapat dari Menu Senao EOC-2610 EngGenius ).

Channel – 1      =  2,412 Ghz

Channel – 2      =  2,417 Ghz

Channel – 3      =  2,422 Ghz

Channel – 4      =  2,427 Ghz

Channel – 5      =  2,432 Ghz

Channel – 6      =  2,437 Ghz

Channel – 7      =  2,442 Gh

Channel – 8     =  2,447 Ghz

Channel – 9     =  2,452 Ghz

Channel – 10     =  2,457 Ghz

Channel – 11    =  2,462 Ghz

Jawababannya mungkin bagus kalau diapakai di Channel – 6  kali ya………

Yah…..SEMOGA TULISAN INI BERGUNA. Selamat ber-experiment……….!!!

Hack antena Omni hyperlink HG2415U

Tambahan :

Oleh karena beberapa teman meminta saya untuk melengkapi article ini, maka berikut adalah tambahan beberapa informasi gambar yang mungkin akan dapat membantu baik untuk referensi praktis maupun hanya sekedar untuk perbandingan.

S/Steel bottom clamps holder

Hack omni hyperlink

Hack omni hyperlink

Bottom detail

started dimensioning of bottom

Ending dimensioning at top

Top standing wave adjuster

 Mid Standing wave adjuster

Bottom standing wave adjuster

Iklan

April 16, 2009 - Posted by | Tak Berkategori

43 Komentar »

  1. manteb dech….
    thanks Mas.

    Komentar oleh zasa | Juni 4, 2009 | Balas

    • Ada lagi yang mau dipostkan tapi belum sempat. Masih ngurusin pemasangan Hotspotnya.

      Komentar oleh ekonugrohobtm | Juni 11, 2009 | Balas

  2. sip….sebagai tambahan dalam tabung yang terbelah yang ada tutupnya trus disolder itu konek dengan innernya…informasi dari digdace.com eh apa digdice.com ya….agak lupa…ini penting sebagai BALUN (menurutku gitu)

    Komentar oleh mbahlatif | Juni 7, 2009 | Balas

  3. Iya betul mbahlatif, saya lupa memuat fotonya juga. Maaf kalau blok ini masih berantakan. Bakatnya cuma ngacurin yang bagus-bagus jadi brantakan..he..he..

    Komentar oleh ekonugrohobtm | Juni 8, 2009 | Balas

  4. sama hobiku suka bongkar….terima bongkar tapi tidak terima pasang….oke…salam kenal…SALAM EKSPERIMEN…

    Komentar oleh mbahlatif | Juni 20, 2009 | Balas

  5. saya cari cari ternyata nemu disini…. makasih mas…. mau coba2 buat…..

    Komentar oleh tulus | Juni 27, 2009 | Balas

  6. gambar detail kabel stup nya gak ada ya mas??? atau memang antene ini gak pake kabel stup???

    Komentar oleh tulus | Juni 27, 2009 | Balas

  7. Manteb boss…! setuju dengan mr tulus, ap antena ini gak pake kabel stup.
    saya pernah nyoba skema omni yang booming di internet, yang ngakunya skema asli dr Hyperlink. ternyata jauh beda dengan aslinya.
    mohon perncerahanya pm ya boss…! ym : muchtar87

    Komentar oleh muchtar | Juli 16, 2009 | Balas

  8. Justru gambar tambahan ini sya kira menggangu jika tidak diberi keterangan/penjelasan. tetapi kami akan sangat berterima kasih jika gambar itu dilengkapi dengan keterangan

    Komentar oleh Sunardi | Juli 20, 2009 | Balas

  9. thanks atas gambarnya, mak nyus tenan, tapi kalau gambarnya dibuat lebih gede bisa gak, soalnya mata udah rabun, jadi gak begitu jelas ukuran meterannya. TB4

    Komentar oleh joe | September 16, 2009 | Balas

  10. perhatikan gambar ke 2 atau ke 3 dari bawah pada dokumen di atas ….menurutku di sinilah yg membedakan design hiperlink dgn design omni lain…saya sendiri masih belum bisa memahami tapi dugaanku inilah yg dalam webnya hyperlink disebut center fed…jadi fed (nyambung kabel /konektor tdk dari bawah tapi dari tengah..walau memang konektor dibawah..ini dugaanku saja…jadi seakan2 ini terdiri dari dua antenna yg satu menghadap ke atas dan yg satu menghadap ke bawah..dimana terminal keduanya tepat di tengah trus pake kabel dgn cara sambungan tertentu di hubungkan ke konektor yg ada di bawah…ADA YG MAU BONGKAR LEBIH DETIL LAGI….hehehehe SALAM EKSPERIMEN….

    Komentar oleh mbahlatif | November 30, 2009 | Balas

  11. Ya mbah… mungkin itu memang benar. Mungkin juga sebagai tuner untuk menyetelan SWR. Tapi bagaimanapun ini antena memang dahsyat. Apalagi kalau di gabung dengan AP yang sesuai. Pengalaman saya menyimpulkan salut buat antena yang satu ini.
    Dulu waktu SENAO saya belum rusak ( EOC 2610, yg product selanjutnya jatuh performancenya dan gak laku lagi dipasaran ) dapat diakses dengan laptop pada jarak 5 km. Walaupun secara kecepatan pada jarak tersebut memang menjadi lambat. Tapi itu sudah merupakan indikasi yg bagus.

    Saat ini saya menggunakan ECB3610 bersama antena ini dengan tinggi 27 m dari tanah. Kebanyakan client yg konek dengan AP ini adalah client jauh-jauh > 2 km dengan link cukup baik. Sementara untuk lokal memang agak kesulitan karena mungkin terlalu tinggi.

    Saya juga pernah meletakkan antena ini agak miring dengan maksud supaya client dibawahnya terjangkau. Tapi ternyata justru jatuh performancenya.

    Antena ini karena ber dB tinggi lebih cenderung bersifat datar seiring lengkung bumi. Dapat dibayangkan seperti cahaya dari lampu yang di apit dua buah piring dari atas dan bawah. Jadi cahahyanya mendatar saja.

    Yach… salam berexperiment buat semuanya. Silahkan click http://www.paradisehotspot.com untuk pemakaian secara praktek pada hotspot.

    Komentar oleh SULUNG | Desember 1, 2009 | Balas

  12. Buat rekan-rekan yan suka experiment, ada sedikit data dari SULUNG nehh…

    Jika anda memiliki SENAO ECB 3610, NANOSTATION2, dan OEM 1 watt ( boleh Minitar atau product yg sejenis dengan menu radio tersebut ).

    Saya meletakkan SENAO ECB-2610 dengan Omni Hyperlink pada tower triangle dengan ketinggian 25 m.

    Sedikit diatasnya saya letakkan NANOSTAION2 standard tanpa antena luar.

    Dan sedikit diatasnya lagi saya letakkan OEM 1 watt sejenis dengan Grid TPlink.

    Ketiga AP tersebut saya terima dengan menggunakan OEM 1 watt dengan antena grid Kenbontong pada jarak 5,5 KM pada skala google earth.

    Hasilnya :

    ECB-3610 + Omni = diterima pd skala 49

    NANOSTATION antena standard bawaan : diterima pd skala 50

    OEM 1 watt + grid Kembontong = diterima pd skala 80

    ( Oem tidak meletakkan satuan -dB atau persen, tp perkiraan berdasarkan pengalaman adalah dalam persen ).

    Ini sekedar info. Siapa tau ada yg pengen tau……

    SALAM EXPERIMENT…

    Komentar oleh ekonugrohobtm | Desember 1, 2009 | Balas

  13. kang sulung ….kang ekonugroho thanks banget….juga yg lainnya…SALAM EKSPERIMEN !

    Komentar oleh mbahlatif | Desember 5, 2009 | Balas

  14. Hi , can You post bigger pictures – I cant see all dimensions.
    there is important outer and iner diameter of the tubes.
    I also collected some pictures of this antenna on my site.
    Thanks.

    Komentar oleh estqwerty | Februari 24, 2010 | Balas

  15. Inner Diam = 4 mm
    Outer Diam – 12 mm

    But actually you could utilize any of tubes diameter which available in your place.

    Thickness of the tube is not really important. Every tube lenght is little bit smaller than the Lambda if you need to insert a plastic plug for every tubes. But the most important think is the distance between the midle of the tubes as its the lambda of the freq used.

    Thanks for attending my site. Regards.
    You can go to http://www.paradisehotspot.com for the practical of the hacks.

    Komentar oleh ekonugrohobtm | Februari 25, 2010 | Balas

    • Neh buat rekan-rekan yang butuh web live untuk login mikrotik silahkan pesan di http://www.baliwebshop.com. Harga cuma 199.000 sudah termasuk domain dan hosting. Ada contoh web untuk login mikrotik dan cara settingnya. Yukk buruan…
      Lengkapi login mikrotik anda dengan live website. Anda bisa berinteraktif dengan client tanpa client harus login.

      Komentar oleh Nugroho Batam | Maret 8, 2010 | Balas

  16. tapi masih kurang jelas mas… tolong diperjelas…

    Komentar oleh wahyu | April 11, 2010 | Balas

  17. Saya juga pernah bongkar omni buatan antarlangit.com mirip kepunyaan hyperlink yg mas bongkar cuma untuk ukuranya saya lupa nggak ukur apa mungkin antarlangit nyontek hyperlink ya??
    tapi dia punya omni 17 sampai 20 dbi hitunganya gimana mas, mungkin mas tahu

    Komentar oleh eko | April 22, 2010 | Balas

  18. Mas…mantabs tutorialnya…cuman saya mau tanya…tabung yang diameter 12mm tuh ada yang dilubangin dan ada klemnya…itu bagian mana aja dan klemnya berapa banyak? terus untuk yang diameter 4mm itu dipotonng-potong juga apa nda dan berapa panjangnya??? tolong penjelasannya terima kasih!!

    Komentar oleh ndanks | Mei 16, 2010 | Balas

  19. Untuk pipa diam 4 mm tidak di potong tetapi terus mamanjang. Lubang pada pipa 12 mm yang ada klemnya hanya untuk menyesuaikan SWR (Standing Wave Ratio)yaitu dengan menggeser-geser posisi klem untum mendapatkan rasio SWR yang minimum. Ini berfungsi sebagai BALUN (Balance Unbalance).

    Penyetelan rasio SWR akan sangat berpengaruh kepada daya pancar. Dalam teknik radio, SWR harus minimum dan mendekati rasio 1:1. SWR dapat diukur dengan menggunakan SWR-Meter.

    BALUN (klem pada pipa 12mm) gunanya adalah untuk menyesuaikan inpendansi antara pemancar dan antena. Jika pemancar dan antena tidak sesuai (Mactching) maka akan terjadi lost daya. Lost daya tidak hanya merugikan kekuatan daya pancar, tetapi daya yg tidak terpancar tadi akan kembali ke radio pemancar sebagai gelombang tegak ( Standing wave) yang akan merusak pemancar itu sendiri.

    Antena yang sudah machting pun dapat saja menjadi tidak match saat memancar jika ada pemancar lain yang beroperasi pada frekwensi yang sama. Disini akan terjadi peristiwa yang disebut dengan interference. Ping akan menjadi besar dan sering terjadi RTO.

    Perlu anda ketahui juga bahwa antena onmi adalah rentan thd interference. Omni menggunakan system pembalik fasa untuk memancarkan sinyal.

    Ok trims semoga berguna.

    Komentar oleh ekonugrohobtm | Mei 28, 2010 | Balas

    • Mas bisa nggak kasi gambar/foto bentuk detail dari klemnya (BALUN?

      Komentar oleh budi | Juni 8, 2010 | Balas

      • Wah… saya harus menurunkan antenanya dan foto ulang untuk memenuhi permintaan adik.

        Tapi walaupun itu saya lakukan seperti tidak terlalu menolong untuk adik praktekkan karena tujuan dari adjustable clamp terebut berguna untuk menentukan SWR.

        Sementara ini kita tak memiliki SWR yang khusus untuk frek s/d 2,4 Ghz. Kalau ada yg punya bisa tolong di infokan ke saya untuk bisa saya hubungi.

        Untuk melakukan pengetesan antena maka kita harus memiliki :

        – SWR meter atau Osciloscop yg support untuk frekwensi WIFI.
        – Continues Signal generator pada frek WIFI
        – Object, yaitu antena itu sendiri.

        Pengetesan dapat dilakukan dengan cara :

        1. Membandingkan dengan antena yg sudah jadi dan dianggap sudah bagus. Ini biasa dilakukan dengan menggunakan osciloscop.

        2. Mencari SWR terendah dengan menggunakan SWR meter.

        Komentar oleh ekonugrohobtm | Juni 8, 2010

  20. tanya mas, kalo antara jack sma bagian tengah dengan bodi omni diukur pakai tester short/terhubung apakah antene itu sudah rusak? , trus untuk mengetahui antene itu masih bisa dipakai gimana solusinya,,, saya juga dah bongkar itu omni HG2415U-pro tapi gabus cuma ada 3 bukan 4 spt gbr diatas..
    terimakasih

    Komentar oleh tiko | Juni 4, 2010 | Balas

    • Dasar dari sebuah antena adalah “panjangnya disesuaikan dengan frekwensinya” yg disebut dengan LAMBDA ( lihat perhitungan panjang antena dalam article). Antena Omni adalah antena yg menggunakan pembalik fasa dan panjangnya = 1/2 Lambda tiap sectionnya. Tentu saja akan terjadi short kalau di test pakai AVO meter. Seperti juga antena TV yang menggunakan system loop akan terbaca short (0.00 ohm ).

      Antena bekerja dengan frekwensi, artinya akan dialiri arus A/C. Antena omni atau Loop Antena akan menjadi short pada feedernya ( 0,00 ohm untuk arus DC tetapi akan menjadi sekitar 50 ohm untuk arus A/C karena panjangnya adalah 1/2 lambda ). Akan terjadi yg namanya XL ( induktansi ) atau XC ( capasitansi ) pada panjang antena yang menghasilkan reactancy dan impendansi. Impendansi antena 1/2 lamda yg macthing adalah 50 ohm. Makanya feeder atau pigtail untuk antena omni harus berimpedansi 50 0hm juga.

      Note : Walaupun antena terukur short dengan ohm meter, tetapi pigtail tak boleh terukur short (dalam keadaan tidak tercolok ke antena).

      Untuk mengetahui sebuah antena masih bagus atau tidak adalah dengan melihat bentuk visualnya. Apakah sudah berubah dari bentuk semula atau tidak. Antena omni tidak akan rusak walau pernah tersambar petir (bukan terkena langsung) asal tidak merubah bentuknya semula.

      Ingat, antena lebih cenderung di lihat dari segi mekanik dari pada segi electricnya. Antena tidak dapat digunakan lagi pada frekwensi yang dimaksud jika panjang mekaniknya telah berubah dari bentuknya semula. Karena hal terpenting dari sebuah antena adalah panjang mekaniknya (thd frekwensi kerja yg dirancang awal untuknya).

      Lantas apakah antena yg sudah berubah bentuk masih dapat digunakan??

      Jawabnya : bisa, tapi dengan frekwensi yg berbeda. Caranya dengan menghitung kembali atas perubahan tersebut. Atau dapat menggunakan SWR meter dan mencari dimana frekwensi yg terbaik untuk antena tersebut.

      OK adikku..??

      Komentar oleh ekonugrohobtm | Juni 4, 2010 | Balas

  21. Dear sir…..

    klu bgs jg nih…….nih dah lbh dr cukup…..untk dijdkan pljrn………buat kwn yg mau ktrangan lbh lg…..ya bli 1 br bongkar…….

    Komentar oleh welke | Agustus 20, 2010 | Balas

  22. Rasanya sulit untuk membuat sendiri antena seperti di atas, karena tidak tahu detil pipa yang berlubang, ada empat tempat yang harus di seting (ada empat lubang setup)

    Komentar oleh Dedi | November 14, 2010 | Balas

  23. mas nanya yak…tube/tubing itu = pipa capiler ac ato apa y bahan nya? trus tube yg diameter 4mm panjang 970mm & 800mm apakah di potong2 ato lurus memanjang sj gak d potong, klo d liat sepintas ky nya gak d potong y mas,tolong d reply y mas via email jg boleh
    thanks

    Komentar oleh said dewantara | Januari 5, 2011 | Balas

    • Iya tidak di potong mas. Pada dasarnya bagian-bagian pada antena OMNI itu adalah berfungsi sebagai pembalik Fasa saja. Pada prakteknya boleh dipotong atau disambung gak ada masalah. Kalau kita membuat Omni dari kabel Coax RG-8 juga harus dipotong-potong juga akhirnya. Lam kenal yach.. Saya memang jarang membuat artikel karena kesibukan yang luar biasa. Mudah-mudahan Tahun ini saya bisa memposting lebih banyak artikel lagi. Salam…

      Komentar oleh ekonugrohobtm | Januari 12, 2011 | Balas

  24. mas. nyuwun gamabr detaile wonten? nek wonten kalih filme…. matur nuwun……

    Komentar oleh rahardjo | Januari 12, 2011 | Balas

    • Saya masih kurang mendalami apaah di dalam blog bisa di buat link download agar semua gambar-gambar seperti yang bapak maksud juga bisa dimiliki oleh rekan-rekan yang lain. Mohon infonya deh….

      Komentar oleh ekonugrohobtm | Januari 12, 2011 | Balas

  25. mantaaaaaaaaaaaaaap boss eko ni posting nya,omny kalo butuh bantuan kita turtunin lagi,biar bisa foto2 lebih detail,lalu kita posting lagi biar lebih presisi ukurannya.tapi aku bagian di stak 1 saja naiknya…maklum dengkul gemeteran karena sambil lihat yg lg mandi wkwkwkwk.salam sukses boss eko sulung….

    Komentar oleh mymart_satu | Januari 23, 2011 | Balas

    • Hmmm… kenapa gak bikin iklan tuh batam global yang menjual alat-alat wifi di Batam. He..he.. Sukses selalu boss…

      Komentar oleh ekonugrohobtm | Februari 3, 2011 | Balas

  26. saya rasa ga terlalu berlebihan jika saya acungin jeumpol untuk artikel ini,,krn saya fikir ini sangat berguna bagi yg mmiliki kantong tipis spt saya,,jd thanks atas info nya.

    Komentar oleh dean | Januari 23, 2011 | Balas

  27. siiiiiiiiiiiiiip

    Komentar oleh aha | Februari 3, 2011 | Balas

  28. siiiiiiiiiiippppppppppppppppp

    Komentar oleh artike sekolah | Februari 9, 2011 | Balas

  29. Makasih mas, nemu juga daleman HG2415U-PRO

    Komentar oleh rendra | Februari 23, 2011 | Balas

  30. Sekalian nanya bolah gak mas, biar postingannya udah lama,dan mas gak update blog dari juni 2010, semoga blog ini belum ditinggalkan. Bisa gak antena ini dijadikan sectoral arry dengan menambahkan flat reflektor atau corner reflektor gitu, biar radius pancarnya jadi hanya 120 derajat saja dengan polarisasi tetap vertikal? Ada yang pernah cobain gak? yang pernah saya baca, untuk membuat sektoral 120 derajat, tinggal menambahkan reflektor selebar 2xlambda yg ditaruh 1/2 lamda dibelakang antena akan membuat gain antena juga akan bertambah 3-4db. Lalu secara teori dengan penambahan reflektor tersebut apakah nilai SWR juga akan berubah? Makasih mas tanggapannya.

    Komentar oleh rendra | Februari 24, 2011 | Balas

    • Terima kasih.

      Maaf saya mungkin terlalu sibuk dengan urusan yang lain sehingga tidak sempat mengupdate blog ini.

      Tapi saya selalu menjawab pertanyaan kalau memang ada baik di blog ini maupun yg via email. Karena setiap hari sya buka email.

      Untuk repflektor sebagai penguat ke satu arah sudah pernah saya coba. karena kebetulan saya tinggal di kaki bukit dimana belakang rumah tidak ada apa kecuali hutan golf. Jadi hanya sekitar 200 derajat saja yang ada perumahan.

      Saya pernah mencoba untuk membuat replektor sepanjang OMNI tsb x 120 derajat melengkung diameter 90 cm. Bahan dari alumunium kasa. Tapi hasil scan dari repeater tidak menunjukkan adanya kenaikan power Rx.

      Saya akhirnya berkesimpulan bahwa reflektor hanya sangat berguna ketika sebuah antena hanya sepanjang 1/2 lamda. Artinya murni dipole.
      Tapi ketika sudah di modif apalagi seperti antena OMNI yang merupakan pembalik fasa berlipat, maka reflektor menjadi tidak berfungsi karena ada gelombang negatif dan positif terefleksi dan hasilnya adalah NOL.

      Demikian saudaraku semoga bermanfaat.

      Komentar oleh ekonugrohobtm | Februari 24, 2011 | Balas

      • Wah, sudah pernah dicobain ya? makasih mas atas penjelasannya.

        Komentar oleh rendra | Februari 24, 2011

  31. mas, saya balik lagi nih, kan mas eko sudah pernah nyobain tuh, kasih reflektor di belakang antena omni ini, kira2 bisa kasih saya gambaran dan hitungan2 yg mas eko pakai gak? saya pengen nambah 2 AP lagi biar bisa nambah user cm kalau antena ini mesti dipensiunkan kog sayang juga, lagian biar berhemat saya tinggal beli 2 antena 120* lagi gak perlu beli 3.. :D. Saya hanya perlu membuat radius pancarannya selebar 120* saja biar gak overlap dengan 2 antena yang baru. makasih mas sebelumnya..

    Komentar oleh rendra | Maret 8, 2011 | Balas

  32. dah dua taun gak mampir…mampir lagi ternyata semakin rame.
    untuk yg punya blog dan pengunjung …salam kenal semuanya.
    Salam eksperimen

    Komentar oleh mbahlatif | April 6, 2011 | Balas

  33. mbahlatif is back….mas…minta ijin share fotonya…makasih

    Komentar oleh Mbahlatif | Oktober 1, 2012 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: