SULUNG WIFI Batam – Blog

We spend more for your happiness

HOT SPOT Murah dengan TPLINK dan LINKSYS

Untuk para pemula dan para sangat pemula seperti saya.

Kali ini saya akan mencoba untuk me-sharing pengalaman saya membuat hotspot dirumah atau dikantor. Kebetulan rumah dan kantor saya bersebelahan, maka saya hanya perlu satu AP lokal sebagai pemancar wifi/WLAN,  dan jaringan kabel untuk LAN.

Saya gunakan jaringan LAN kabel RJ45 untuk komputer/PC yang berada dalam ruangan tertutup . Sementara Laptop dan komputer yang berada diruangan terbuka menggunakan wifi atau WLAN.

Jaringan Internet saya ambil dari sebuah AP utama dengan nam SSIDnya ” Darul Ihsan”. AP ini berada di menara sebuah Masjid dan antenanya face to face dengan antena saya dan berjarak sekitar 1 km.

Topologi atau konfigurasi jaringan localnya seperti pada gambar berikut.

TPLINK + LINKSYS HotSpot

TPLINK + LINKSYS HotSpot

Dari AP utama sinyal ditangkap menggunakan TPLINK WA601G yang di setting sebagai AP CLient. Antena yg digunakan adalah dipole bolic. Antena ini saya modifikasi dari type wajan bolik. Jika normalnya wajan bolik menggunakan USB, maka disini USB tersebut saya ganti dengan antena standar bawaan radio dan di extention dengan menggunakan pigtail. Antena diletakkan diposisi dimana USB biasa diletakkan dengan membuat lubang baru yang sesuai. Artinya USB tidak digunakan lagi.

Penutup pada ujung PVC wajan bolik saya buka. Karena dalam site survey ternyata hasilnya jauh lebih baik beberapa dBm dari pada kalau tutupnya dipasang. ( Lihat Article mengenai Dipole Bolik dan pengetesannya ).

Langkah langkah yang saya lakukan adalah sebagai berikut :

1. Mereset AP WA601G ke default pabrik. ( Langkah ini selalu saya lakukan untuk semua radio baik baru atau seken ).

2. Karena default pabrik WA601G setelah direset adalah AP ( modus pemancar ), maka saya lakukan dulu survey sinyal pancar AP ini dengan inSSIDer melalui Laptop. Ini untuk  menyakinkan bahwa dalam posisi AP ini, radio bekerja dengan baik. Hasilnya pancaran sinyalnya seperti gambar dibawah ini.

Scan AP TP-LINK dengan inSSDIRser

Scan AP TP-LINK dengan inSSDIRser

3. Kemudian setting radio dirubah dari AP ke AP Client ( dari modus pemancar ke modul penerima ). Cukup merubah setting ini saja, lainnya ditinggalkan sebagaimana default. Hal yg perlu diketahui adalah IP radio defaultnya yaitu 192.168.1.1. ( lihat artikel cara men-setting WA-601G ).

4. Selanjutnya saya melakukan site survey terhadap SSID yang dapat diterim disekitar rumah saya. Memilih salah satu SSID yang terdekat dan melakukan koneksi. ( Anda harus mendaftar dulu untuk dapat melakukan koneksi ini. Kecuali koneksi terhadap hotspot gratis jika ada ).

5. Kemudian saya mengganti antena dengan dipole bolik karena hanya perlu satu arah saja. Bisa juga menggunakan antena yagi, grid dll. Ini saya lakukan hanya untuk menfokuskan sinyal ke satu arah. Walau sebenarnya dengan antena standard saja sudah dapat terkoneksi karena SSID yg saya pilih sudah cukup kuat.

6. Mencoba koneksi SSID dengan DHCP, test sampai dapat browsing internet. Dengan ini maka tahap awal sudah selesai…..

7. Selanjutnya setelah koneksi dengan TPLINK tadi sudah ok, maka hasilnya saya salurkan ke port internetnya LINKSYS WRT54GC.  Ini adalah special sebuah router LAN dan WLAN ( tak bisa untuk AP Client seperti TP-WR602G ).  Keluarannya adalah 4 port ethernet LAN dan 1 antena WLAN. Artinya saya dapat menghubungkan alat ini ke 4 buah computer PC standar ( jika ada ethernet cardnya ) dan 36 buah laptop atau PC dengan USB WLAN. Maximum client untuk WRT54GC adalah 40 Mac Adrress.

8. Karena IP default dari LINKSYS adalah 192.168.1.1, maka sebaiknya dilakukan perubahan setting menjadi misalnya 192.168.2.1. Namun demikian dengan setting default saja jaringan sudah akan bekerja tanpa melakukan setting apapun di radio ini. ( Colok power + colok RJ45 dari keluaran TPLINK, dan langsung pakai……).

9. Selesai sudah….. dan saya bisa bawa laptop saya kemana saja selama sinyal wifi radio AP saya terjangkau. Power output WRT54GC adalah 13,5dBm. Lumayan, sekitar 22 mwatt. Cukup untuk radius rumah dan kantor kecil saya.

10. Untuk keamanan, jika perlu, WRT54GC dapat disetting  agar hanya MacAddress tertentu yang dapat terkoneksi. Ini untuk menghindari komputer tetangga yang ikut nimbrung… Karena walaupun kecil dan saya letakkan didalam ruangan, sinyalnya masih dapat terdeteksi dengan menggunakan inSSIDer pada jarak 1 km lebih dengan antena USB kaleng. Mungkin ini karena rumah saya berada dilokasi yg lebih tinggi dari lainnya, plus berlantai 3.

11. Agar lebih indah dilihat, SSID radio saya rubah menjadi ” SULUNG Private MKP-W-1″. ( defaultnya adalah “linksys” saja ). karena radio tersebut saya letakkan di lantai 2 sementara kantor saya ada dilantai 1, maka sinyal wifinya

terdeteksi seperti ini.

inssider-1

Ini ada beberapa konfigurasi yang  juga telah saya coba sebagai perbandingan. Hasilnya semuanya sama. Bedanya hanya sensitivitas dari masing masing radio. Ini akan menentukan kualitas koneksi ke Internet.

hotspot-31

Jaringan dengan SENAO dan MINITAR

Jaringan dengan SENAO dan MINITAR

Iklan

April 13, 2009 - Posted by | WIFI

7 Komentar »

  1. Saya tertarik dengan artikel anda yang membongkar antena Antena OMNI HG2415U-PRO Hyperlink, cuman saya belum paham dalam / isi tubing itu apa? dan tubing itu sama gak dengan pipa kapiler AC ?terimakasih, tolong balas ke alamat e-mail saya saja ya? terimakasih atas bantuannya.

    Komentar oleh udin | Juni 1, 2009 | Balas

    • Hai… mas Oedung Soory baru bisa kirim email. Soalnya dah agak lama gak buka email. Bahan yang saya pantau dari OMNI Hyperlink adalah tubing tembaga. Ketebalannya sekitar 0.32 mm atau setebal atap seng rumah. Artinya kalau kita tekan masih terasa flexibility nya. Kalau tubing A.C kan agak tebal dan keras ya. Tapi bukan itu yang menjadi masalahnya kok mas. Ketebalan tubing asal gak terlalu extrim tak akan jadi masalah. Justru yang menjadi pokok permasalahan adalah panjang fisiknya. Ini merujuk kepada pengalaman saya dalam membuat antena- antena pemancar dari 80 M s/d 2 M dan semuanya mengacu hanya kepada panjang antena dan bukan ukuran diameter antena. Satu hal bagi saya yang menjadi masalah saat ini adalah pengukuran dari SWRnya. Ini memang tak semudah antena HF atau UHV. Saya masih belum menemukan SWR untuk freq setinggi ini. 50 % persen keberhasilan sebuah antena adalah ditentukan oleh SWRnya. Sayangnya AP yang kita pakai menggunakan daya rendah. Jadi mungkin relatif agak sulit melakukan pengukuran untuk arus terpakai sampai berapa Amper yang tentunya kecil sekali. Pengukuran arus terpakai adalah alternative dari pengukuran dengan SWR yang tak bisa dilakukan. Sayangnya saya belum mencoba praktekkan karena waktu yang kurang tersedia untuk hal itu. Dengan pengukuran arus kita bisa menentukan posisi antena termaching. Walau kita juga takkan tahu yang termaching itu di skala berapa pada SWR aktualnya. Jawabannya ada dipraktek dan praktek. Semoga berguna.

      Komentar oleh ekonugrohobtm | Juni 8, 2009 | Balas

  2. mas saya tertarik dengan artikelnya saya pingin buat dirumah. kira2 dananya habis berapa mas. terimakasih. bls ke email saya ya

    Komentar oleh Anas karimulloh | Oktober 5, 2009 | Balas

    • Ada teman saya yang mengatakan ” wah kalau itu bukan murah pak kalau buat umum…”. Yah memang murah itu relative. Apalagi untuk mempelajari sesuatu yang kita tidak tau sama sekali tetapi kita ingin tahu. Saya katakan murah karena dengan membuat system ini dirumah kita, kemudian kita akan terpacu untuk membuat yang lebih besar. Harga sangat bervariative, tergantung baru atau second atau malah hasil pemberian seorang teman. Begitulah mas Anas…… silahkan kunjungi http://www.paradisehotspot.com, karena dari yang kecil itu saya coba mengembangkan dengan yang lebih besar. Ini semua saya lakukan hanya untuk FUN…dan FUN..saja ( saya bodoh dalam ilmu ini dan saya hanya ingin tahu ). Trims atas komentarnya.

      Komentar oleh ekonugrohobtm | Oktober 7, 2009 | Balas

  3. Baliwebshop.com menyediakan jasa pembuatan website termurah. Bisa untuk menu login mikrotik, sangat cantik dan live bisa di akses client tanpa login. Tersedia juga web untuk pribadi dan perusahaan. Website sangat mudah diedit semudah anda mengetik di microsoft word. Tidak perlu bantuan webmaster. Hanya dengan Rp.199.000 dan hanya dalam kurang dari 12 jam web anda sudah online di Internet. Jika anda menemukan kami, maka silahkan pasarkan dan jual dengan harga berapa saja karena tak ada website yang secantik dan semurah yang kami tawarkan kepada anda. Ini adalah peluang usaha yang halal dan mudah bagi anda. clik http://www.baliwebshop.com.

    Komentar oleh baliwebshop | Maret 8, 2010 | Balas

  4. maaf mas, mau tanya, bagaimana jika ssid nya di pasword dan kita sudah tau pasword tersebut ,gimana men seting nya di WA601G agar bisa ter koneksi dengan ssid tersebut untuk menjadi AP client?
    Terima kasih atas jawaban nya.

    Komentar oleh iwan sableng | Desember 29, 2010 | Balas

    • Itu gampang sekali pak. Tinggal kita setting password yang sama di alat kita. Insyaallah saya akan usahakan berikan caranya secara grafis. Trims atas kunjungannya..

      Komentar oleh ekonugrohobtm | Januari 12, 2011 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: